Uji Kesehatan Benih

Pengujian kesehatan benih
Adapun tujuan pengujian benih adalah untuk mengetahui mutu kualitas pada suatu jenis benih dari kelompoknya. Benih bermutu merupakan Melakukan Pengujian Benih benih berkualitas yang memiliki standar mutu baik secara fisik, fisiologis, dan genetis yang berlaku secara internasional yang ditetapkan oleh Internasional Seed Testing Association (ISTA).



Aspek pengujian benih yang dibahas dalam modul ini ditekankan pada mutu fisik benih dan mutu fisiologis benih. Aspek pengujian mutu fisik benih dilakukan terhadap kemurnian benih dan kadar air benih, sedangkan aspek pengujian mutu fisiologi benih dilakukan terhadap daya kecambah dan kekuatan tumbuh (vigor) benih.
Kemampuan motorik/psikomotorik skills dalam pendidikan berbasis kompetensi merupakan salah satu aspek kompetensi yang harus dipenuhi sesuai standar/Performance Criteria. Pada level dua program pembelajaran di SMK, Psikomotorik Skill dan Knowledge Skill merupakan sasaran utama yang akan dibentuk dalam kegiatan belajar siswa diarahkan untuk membentuk psikomotorik skills sekaligus menekankan pada penguasaan pengetahuan. Adapun strategi yang harus ditempuh siswa adalah, berlatih melakukan sesuatu pekerjaan dengan kaidah yang benar sampai dicapai unjuk kerja dengan tingkat presisi yang tinggi dengan berlandaskan kepada pengetahuan yang telah dikuasainya. Pengembangan motorik skills sampai mencapai mastery dapat dilakukan pada kegiatan produksi secara berulang-ulang, sehingga bekerja sesuai kaidah harus menjadi budaya dalam hidupnya.
Kesehatan benih merupakan salah satu syarat benih bermutu. Benih yang telah disertifikasi oleh lembaga sertifikasi (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) akan mempunyai mutu yang baik. Benih dikatakan bermutu bila benih tersebut memiliki tiga persyaratan mutu, yaitu bermutu dari aspek:
• Fisik (ukuran, permukaan kulit, berisi, tidak cacat)
• Fisiologis (daya berkecambah)
• Genetik ((berasal dari induk yang unggul)
Dari ketiga persyaratan benih bermutu tersebut, kesehatan benih tergolong ke dalam aspek fisiologis karena hasil uji kesehatan dapat memberikan informasi penyebab rendahnya daya berkecambah benih.
Benih merupakan komponen penting dalam perdagangan dunia dan didistribusikan secara luas baik dalam skala nasional maupun regional untuk keperluan budidaya tanaman. Status lot benih yang sehat akan memberikan keuntungan bagi usaha tani. Produsen akan mudah memasarkan benih yang dimilikinya karena konsumen menerima produk benih yang dipasarkan tersebut.
Benih yang diuji kesehatannya memberikan informasi mengenai status lot benih yang akan dipasarkan sebagai komoditas profitable. Informasi yang dikumpulkan dalam kegiatan pengujian kesehatan benih adalah persentase benih terinfeksi terhadap benih yang diujikan. Informasi hasil pengujian kesehatan benih digunakan sebagai dasar perlakuan terhadap lot benih yang diuji, salah satunya adalah saran perawatan benih. Benih yang diketahui status kesehatannya akan memberikan jaminan bagi kualitas benih tersebut, dengan demikian pemahaman dan keterampilan dalam menguji kesehatan benih sangat penting untuk dikuasai oleh peserta diklat.
Salah satu kunci keberhasilan usaha perbenihan adalah status kesehatan lot benih. Kesalahan informasi mengenai status kesehatan lot benih sangat merugikan dalam hal perlakuan yang diberikan terhadap lot benih yang bersangkutan, oleh karena itu kompetensi Menguji Kesehatan Benih sangat penting untuk dipelajari. Hal-hal yang perlu dipelajari yaitu menentukan metode pengujian, melakukan pegujian benih, dan melakukan evaluasi hasil pengujian.

B. Tujuan
Tujuan dilakukannya praktik pengujian kesehatan benih ini antara lain :
a. Mahasiswa/i dapat mengetahui prosedur dalam melakukan kegiatan pengujian kesehatan benih.
b. Mahasiswa/i dapat menyiapkan alat dan bahan dalam pengujian kesehatan benih.
c. Mahasiswa/i dapat memiliki wawasan yang luas didalam pengetahuan pengujian kesehatan benih.
d. Mahasiswa/i dapat megetahui jenis pathogen yang terdapat pada benih.

A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Tempat dan waktu pelaksanaan dilakukannya praktik pengujian kesehatan benih antara lain :
- Tempat : Laboratorium Pengujian Mutu Benih Vedca Cianjur
- Tanggal : Dilakukan pada tanggal 25- 04-2009 dan 30-04-2009
- Waktu : Pada jam 08.00 – 11:00 Wib.
B. Alat dan Bahan
 Alat dan Bahan yang dibutuhkan dalam uji kesehatan benih dengan metode kertas antara lain :
Alat dan Bahan :
- Cawan petri steril/bak pengecambahan
- Kertas yang digunakan bisa kertas blotter/kertas filter sebanyak 1-3 lembar
- Pinset
- Plastik wrapping
- Contoh benih yang akan diuji, yang telah direndam dengan larutan bayclin 1% selama 10 menit dan akuades selama 10 menit
- Aquades steril.
 Alat dan Bahan yang dibutuhkan dalam uji kesehatan benih dengan metode Agar antara lain :
Alat dan Bahan :
- Cawan petri dengan beberapa ukuran diameter (ø 9 cm dan 12 cm)
- Laminar air flow (ruang transper/ruang penanaman)
- Ruang inkubasi
- Plastik wrapping
- Pinset steril
- Desinfektan (larutan Natrium (Sodium) hipochlorit (NaOCl2 1%) atau bayclin 1% (khusus untuk benih kacang-kacangan yang mengandung protein tinggi, yang rentan dirusak/ditumbuhi oleh jamur saprofitik), untuk benih wortel, padi, bunga matahari, kubis-kubisan tidak dilakukan desinfektan
- Alkohol 70 %, 96 %
- Larutan garam 2,4 Diclorophenoxy acetate (2,4 D) 0,2 % (diberikan 1-2 tetes/cawan untuk menghambat perkecambahan benih uji)
- asam laktat 10% sebanyak 1-2 tetes/cawan untuk mencegah pertumbuhan bakteri
- media PDA steril
- Jas lab dan masker
- Mikroskop
- Kaca obyek dan kaca penutup
- Jarum preparat
C. Prosedur/ Langkah Kerja
 Pengujian kesehatan benih dengan metode kertas antara lain :
a. Ambil contoh kerja benih sebanyak 400 butir secara acak, campur merata, kemudian taruh dalam kain kasa, ikat agak kendor, selanjutnya rendam benih dalam larutan Bayclin atau NaOCl2 1 %, selama 10 menit kemudian angkat, direndam dengan akuades selama 10 menit dan tiriskan
b. Ambil 1-3 lembar kertas blotter/kertas filter dan celupkan dalam air/aquades steril (kelembaban ± 70 %), kemudian letakkan dalam cawan petri atau bak pengecambahan
c. Taburkan benih yang akan diuji di atas cawan petri, jumlah benih dalam tiap cawan petri dapat 10 atau 25butir! (tergantung dari ukuran benih dan diameter cawan petri yang digunakan). Untuk mencegah kontaminasi bagi benig lain, maka jarak antar benih minimal 2 cm. Untuk benih berukuran kecil seperti cabe, tomat, kacang hijau, kacang kedelai, kangkung, tidak boleh lebih dari 10 butir per cawan petri ø 9 cm (sehingga membutuhkan 40 cawan petri untuk 400 butir benih) dan untuk benih berukuran besar seperti kacang panjang, jagung tidak boleh lebih dari 25 butir per cawan petri ø 12 cm (sehingga membutuhkan 16 cawan petri untuk 400 butir benih)
d. Inkubasikan benih dalam cawan petri tersebut dengan suhu 20±2 oC selama 5-7 hari,
e. Setelah inkubasi selesai, amati jamur yang tumbuh di sekitar benih dan hitung persentase benih yang terinfeksi sesuai rumus
 Pengujian kesehatan benih dengan metode agar :
a. Ambil contoh kerja benih sebanyak 400 butir secara acak, campur merata, kemudian taruh dalam kain kasa, ikat agak kendor, selanjutnya rendam benih dalam larutan Bayclin atau NaOCl2 1 %, kemudian angkat, cuci/direndam dengan akuades dan tiriskan
b. Masukkan media agar PDA dalam cawan ± 5-6 mL (sampai media menutupi dasar cawan secara merata), secara aseptik dalam laminar air flow, sebelum dingin beri 1-2 tetes asam laktat 10%, untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang lebih cepat daripada jamur), dan 1-2 tetes Larutan garam 2,4 Diclorophenoxy acetate (2,4 D) 0,2 % untuk menghambat perkecambahan benih uji.
c. Cawan digoyang-goyang supaya asam laktat merata, cawan dibiarkan terbuka, supaya uap panasnya keluar, setelah dingin cawan ditutup.
d. Taburkan benih yang telah ditiriskan tersebut secara aseptik pada media agar dalam cawan petri di laminar air flow (tiap cawan petri dapat diisi 10 atau 25 butir benih/tergantung dari ukuran benih dan diameter cawan petri yang digunakan). Untuk mencegah kontaminasi antar benih, maka jarak antar benih satu dengan benih lain minimal 2 cm. Untuk benih berukuran kecil seperti cabe, tomat, kacang hijau, kacang kedelai, kangkung, tidak boleh lebih dari 10 butir per cawan petri ø 9 cm (sehingga membutuhkan 40 cawan petri untuk 400 butir benih), dan untuk benih berukuran besar seperti kacang panjang, jagung tidak boleh lebih dari 25 butir per cawan petri ø 12 cm (sehingga membutuhkan 16 cawan petri untuk 400 butir benih)
e. Inkubasikan benih yang telah ditabur pada suhu 20-25oC
f. Setelah inkubasi selama 5-7 hari, kemudian amati jamur yang tumbuh di sekitar benih dan hitung persentase benih yang terinfeksi sesuai rumus.


III. Hasil Pengamatan
A. Hasil Pengamatan pengujian kesehatan benih dengan metode kertas antara lain :
Tabel 1. Pengamatan Metode Kertas

Ulangan ∑ Contoh kerja ∑ Benih terinfeksi % benih Rata”% benih terinfeksi Selisih Toleransi
1 100 19 19

30,5

31

18
2 100 27 27
3 100 50 50
4 100 26 26

Tabel 2. Pengamatan Metode Kertas sesuai dengan jenis jamurnya.
Ulangan ∑ Contoh kerja Rata”% Selisih Kisaran maksimum
A B C D E A B C D E A B C D E
I
II
III
IV 100
100
100
100 8 7 - 2 2
10 3 1 2 11
32 7 - 5 2
21 2 - 2 1 8 7 - 2 2
10 3 1 2 11
32 7 - 5 2
21 2 - 2 1 18 5 0 3 4 A=24
B=5
C=1
D=3
E=10 15
8
-
6
7
Ket :
A= Putih Tipis
B= Putih Tebal
C= Putih Meruncing
D= Hitam
E=Kuning Kehijauan





IV. Pembahasan dan Kesimpulan


Dari hasil yang didapat bahwa pada media kertas dari setiap ulangan memiliki jenis jamur / pathogen yang berbeda. Dari setiap jenis yang ada ada beberapa jenis pathogen antara lain pathogen yang berwarna putih tipis, putih tebal, kuning kehijauan, dan jenis yang lainnya.
Dan dapat kita prediksi bahwa pathogen ini adalah pathogen yang terbawa dari luar benih., yaitu pada saat benih diproses dilapangan.
Untuk media agar tidak dilakukan pencatatan hasil yang terjadi pada benih tersebut. Dan dapat dilihat bahwa dengan menggunakan metode kertas juga efektif dilakukan untuk mengetahui jenih dari pathogen yang ada.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengujian kesehatan benih
 Berat contoh kirim yang diperlukan untuk uji kesehatan benih sama dengan berat contoh kirim untuk pengujian rutin (analisis kemurnian fisik benih), misal padi 700 gram, cabe 150 gram.
 Sedangkan contoh kerja (benih yang diuji) minimal 400 butir yang terdiri atas 4 ulangan, diambil dari benih hasil analisis kemurnian fisik benih
 Untuk mendapatkan contoh kerja dari contoh kirim dilakukan dengan metode sendok atau paruh tangan (khusus untuk uji kesehatan benih untuk menjaga segala kemungkinan kontaminasi silang antar contoh benih)
 Contoh kirim harus dikemas dan dikirim dalam keadaan yang tidak memungkinkan terjadinya perubahan status kesehatan benih
 Pengujian dilakukan pada hari saat contoh kirim benih diterima, apabila hal ini tidak dapat dihindari, maka contoh benih harus disimpan di tempat kedap udara, pada ruang dingin dengan kelembaban < 70%, agar tidak terjadi perubahan mutu benih
 Pengujian kesehatan benih dilakukan pada contoh kirim benih tanpa perlakuan bahan kimia (kalau menggunakan bahan kimia harus dihilangkan dulu bahan kimianya, karena dapat menghambat pertumbuhan patogen target, sehingga hasil uji kesehatan benih menjadi tidak valid)
 Agar benih yang terpilih sebagai contoh benih uji mewakili keseluruhan contoh benih, maka dilakukan pencampuran secara merata dan pengambilan contoh benih uji dengan seed counter.

Beberapa gambar dari pengujian kesehatan benih dengan menggunakan metode kertas.



Reaksi: 

0 Response to "Uji Kesehatan Benih"

Poskan Komentar

KOmENtarnya yang bagus ya,,,,,,
kritik dan saran pasti diterima,,,,,,

ImportanT,,,!!^_^

Glitter Text Generator at TextSpace.net