Pengukuran Suhu Tanah
Tanah terdiri atas hancuran batu-batuan. Sifat-sifat tanah bergantung pada besar kecilnya partikel-partikel yang merupakan komponen-komponen tanah tersebut.
Tanah mengandung partikel-partikel mineral, sisa-sisa tanaman dan binatang, air, berbagai gas dan komposisi lainnya yang menjadikan tanah tersebut menjadi subur, yang menjamin berlangsungnya kehidupan berbagai makhluk di bumi (Dwijoseputro, 1998).
Suhu tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang merupakan kombinasi emisi panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah. Suhu tanah juga disebut intensitas panas dalam tanah dengan satuan derajat Celcius, derajat Fahrenheit, derajat Kelvin dan lain-lain.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Suhu Tanah
Suhu tanah ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor. Semua panas tanah berasal dari dua sumber yaitu:
• Radiasi matahari dan awan
• Konduksi dari dalam bumi.
Faktor eksternal (lingkungan) dan internal (tanah) menyumbang perubahan-perubahan suhu tanah.
Pengukuran Suhu Tanah
• Prinsip kerja termometer tanah hampir sama dengan termometer biasa, hanya bentuk dan panjangnya berbeda. Pengukuran suhu tanah lebih teliti daripada suhu udara. Perubahannya lambat sesuai dengan sifat kerapatan tanah yang lebih besar daripada udara.
• Suhu tanah yang diukur umumnya pada kedalaman 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm.
• Termometer tanah untuk kedalaman 50 cm dan 100 cm bentuknya berbeda dengan kedalaman lain. Termometer berada dalam tabung gelas yang berisi parafin, kemudian tabung diikat dengan rantai lalu diturunkan dalam selongsong tabung logam ke dalam tanah sampai kedalaman 50 cm atau 100 cm.
• Pembacaan dilakukan dengan mengangkat termometer dari dalam tabung logam, kemudian dibaca. Adanya parafin memperlambat perubahan suhu ketika termometer terbaca di udara. Termometer tanah pada kedua kedalaman ini bila meruapakan suatu kapiler yang panjang dari mulai permukaan tanah, mudah sekali patah apabila tanah bergerak turun atau pecah karena kekeringan.
1.2. Tujuan
1. Mengenal alat untuk mengukur suhu tanah
2. Mengetahui cara pengukuran suhu tanah
3. Melakukan pengukuran suhu tanah
Masalah Mengenai Pelestarian Plasma Nutfah Tanaman Padi Dari Hasil Persilangan-Nya
Plasma nutfah padi merupakan aset yang sangat penting karena merupakan bahan mentah dalam program pemuliaan untuk merakit jenis-jenis unggul untuk penyediaan/pemenuhan kebutukan manusia. Balai Besar Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (B.B Biogen) melestarikan koleksi sumber daya genetik padi hingga kini berjumlah °± 4000 aksesi.
Di samping itu koleksi padi terdapat pula di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi sebanyak 3000 yang disimpan sebagai koleksi duplikat. Plasma nutfah ini terdiri dari varietas padi lokal, galur harapan, galur-galur elit, varietas unggul, introduksi dan spesies padi liar.
Sebagian besar dari koleksi plasma nutfah padi ini telah dikarakterisasi dan dievaluasi terhadap cekaman biotik dan abiotik seperti hama wereng coklat, ganjur, penyakit blas, hawar daun bakteri, hawar daun jingga, daun bergaris putih dan keracunan terhadap Fe dan Al dan kekeringan. Karakterisasi dilakukan secara konvensional dan molekular. Data hasil karakterisasi dan evaluasi direkam dalam database. Hal ini dimaksudkan agar para pemulia dapat dengan mudah memanfaatkan plasma nutfah sebagai sumber gen dalam perakitan maupun perbaikan sifat varietas padi unggul dalam program pemuliaan padi dan untuk memudahkan para pengguna untuk mendapatkan material dan informasi. Hingga tahun 2007 jumlah varietas unggul yang dilepas lebih dari 175 yang terdiri dari padi sawah dataran rendah dan dataran tinggi, ketan, padi gogo, padi rawa dan pasang surut dan padi hibrida. Keragaman varietas unggul yang dilepas ditujukan agar para petani dapat menggunakan varietas yang diinginkan sesuai dengan ekosistem ataupun kebutuhan lahan yang dimiliki.
Peningkatan produksi padi yang akhir-akhir ini diterapkan dalam program “Peningkatan Produksi Beras Nasional” (P2BN) dua juta ton ditindaklanjuti dengan peningkatan program pemuliaan padi dengan menggunakan sumber gen yang lebih luas lagi disamping sumber gen yang telah digunakan selama ini. Beberapa sumber gen penting yang dapat digunakan sebagai tetua persilangan.
PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH
Pengelolaan Sumber Daya Genetik Padi meliputi beberapa kegiatan :
- Eksplorasi dan koleksi Eksplorasi dan pengumpulan sumber daya genetik atau plasma nutfah telah dilakukan di seluruh propinsi di Indonesia namun masih ada daerah-daerah yang sulit dijangkau seperti daerah rawa, pasang surut dan padi liar di hutan.
- Karakterisasi Plasma Nutfah
Karakterisasi dilakukan secara konvensional dan molekuler. Rejuvenasi dan karakterisasi bertujuan untuk memperbaharui aksesi dengan daya tumbuh <80% dan mengkarakterisasi sifat-sifat agronomi dan morfologi. Karakterisasi morfo-agronomik didasarkan pada standar penilaian internasional IRRI yang dilakukan pada fase pertumbuhan tanaman di lapangan atau rumah kaca selama periode vegetatif dan generatif. Sifat tanaman sangat bervariasi misal tanaman pendek dan berumur genjah seperti varietas Rp 1837 (Reg. 20625), Seribu Gantang (Reg. 20630), Ilang (Reg. 20631), Nona Bokra (Reg. 20641), Ketan Sadane (Reg. 20648), Mentik Urang (Reg. 20658), dan Sipulo Mandailing (Reg. 20683)
- Evaluasi Plasma Nutfah
Evaluasi ketahanan/toleransi terhadap hama, penyakit dan lahan bermasalah dilakukan untuk mempermudah pemanfaatannya. Karakterisasi dan evaluasi dilakukan berdasarkan standard internasional dengan sistem yang sudah baku seperti yang dilakukan Bank Gen padi IRRI (International Rice gene Bank Collection Information Institute = IRGCIS)
- Konservasi
Benih-benih hasil eksplorasi setelah diuji daya tumbuhnya dan diperbanyak/direjuvenasi segera diproses dan dikeringkan sampai kadar air 5-7%. Benih kemudian dipak dalam kantong aluminium foil.
Pelestarian Plasma Nutfah padi dilakukan secara ek-situ yaitu dengan menyimpan di ruang dingin pada temperatur -180C sampai -200C untuk jangka panjang, 00-50C untuk jangka menengah dan 10-15°C untuk jangka pendek. Untuk mengetahui viabilitas benih, dilakukan pengujian daya tumbuh secara berkala. Benih yang mempunyai daya tumbuh <80% akan segera direjuvenasi untuk mendapatkan benih-benih baru. Ketersediaan benih dalam jumlah cukup dan pada kondisi baik merupakan hal penting dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya genetik.
- Dokumentasi, Pertukaran Material dan Informasi
Dokumentasi dilakukan mulai dari hasil eksplorasi dan koleksi plasma nutfah, rejuvenasi, perbanyakan, karakterisasi, evaluasi, konservasi, dan pemanfaatannya, sampai penyebarluasannya dan pertukaran informasi kepada para pengguna, dan disimpan dalam database.
PEMANFAATAN PLASMA NUTFAH
Sumber daya genetik padi pada setiap daerah berbeda dan khas. Hal ini merupakan suatu potensi yang bernilai tinggi bagi daerah apabila dikembangkan. Contoh sumber daya genetik padi yang berkembang seperti beras Rojolele (Delanggu), beras Cianjur di Cianjur, beras Ramos dan Kuku Balam dari Sumatera Utara, Mentik di Jawa Tengah dan padi Mayas di Kalimantan Timur.
Sumber daya genetik ini lebih banyak digunakan sebagai tetua dalam persilangan untuk menciptakan varietas unggul.
Random Sampling
Tiap sifat organisma hidup dikendalikan oleh sepasang "faktor keturunan". Pada waktu itu Mendel belum menggunakan istilah "gen".
• Tiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternative sesamanya, kedua bentuk alternatif disebut pasangan ALELA.
• Satu dari pasangam alela itu dominan dan menutup alela yang resesif
bila keduanya ada bersama-sama.
• Pada pembentukan "gamet" alela akan memisah, setiap gamet menerima satu faktor alela tersebut c dikenal sebagai HUKUM PEMISAHAN MENDEL atau PRINSIP SEGREGASI SECARA BEBAS.
• INDIVIDU MURNI mempunyai dua alela yang sama (homozigot), alel
dominan diberi simbol huruf besar sedang alel resesif huruf kecil.
GENOTIP adalah komposisi faktor keturunan (tidak tampak secara fisik).
FENOTIP adalah sifat yang tampak pada keturunan.
Pada hibrida atau polihibrida berlaku PRINSIP BERPASANGAN SECARA BEBAS. RATIO FENOTIP (F2) HIBRIDA NORMAL MENURUT MENDEL
Monohibrida3: 1 (Hukum Dominasi penuh) n= 1, jumlah gamet = 2
Dihibrida 9: 3: 3: 1n= 2, jumlah gamet = 4
Trihibrida 27: 9: 9: 9: 3: 3 : 3: 1 n= 3, jumlah gamet = 8
Polihibrida (3:1)n n= n, jumlah gamet = 2n (n) = jenis sifat berbeda (hibridanya).
Intermediat 1 : 2 : 1 ——> sifat "SAMA DOMINAN"; percobaan pada bunga Antirrhinum majus.
BACK CROSS ——> perkawinan antara F2 dengan salah satu indukanya
TEST CROSS ———> perkawinan antara F2 dengan induk atau individu yang homozigot resesif
PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL
Sebenarnya masih mengikuti hukum Mendel ———> alel berinteraksi. Dikenal beberapa bentuk ———> Ratio fenotip F2)
1. INTERAKSI PASANGAN ALELA pada varitas ayam ——> 9 : 3 : 3 : 1
2. POLIMERI (Nielson-Echle) pada varitas gandum ——> 15 : 1. Polimeri pada manusia misalnya peristiwa pigmentasi kulit.
3. KRIPTOMERI pada tanaman "pukul empat" (Mirabilis jalapa) percobaan pada Linaria maroccana ———> 9 : 3 : 4
4. EPISTASIS & HIPOSTASIS pada varitas gandum———> 12 : 3 : 1
5. KOEPISTASIS pada Lathyrusodoratus ———> 9 : 7 (Lathyrus odoratus = varitas ercis yang berbiji manis)
POLIMERI adalah pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri tetapi mempengaruhi bagian yang same dari suatu organisme.
KRIPTOMERI adalah pembastaran heterozigot dengan adanya sifat yang "tersembunyi" (Kriptos) yang dipengaruhi oleh suatu keadaan, pada bunga Linaria maroccana adalah pH air sel.
EPISTASIS adalah faktor pembawa sifat yang menutup pemunculan sifat yang lain sekalipun sifat tersebut dominan
HIPOSTASIS adalah faktor yang tertutupi oleh faktor lain.
ATAVlSME adalah sifat yang hipostasis pada suatu keturunan yang pada suatu seat muncul kembali (reappearence).
Pengujian kesehatan benih
Adapun tujuan pengujian benih adalah untuk mengetahui mutu kualitas pada suatu jenis benih dari kelompoknya. Benih bermutu merupakan Melakukan Pengujian Benih benih berkualitas yang memiliki standar mutu baik secara fisik, fisiologis, dan genetis yang berlaku secara internasional yang ditetapkan oleh Internasional Seed Testing Association (ISTA).
Aspek pengujian benih yang dibahas dalam modul ini ditekankan pada mutu fisik benih dan mutu fisiologis benih. Aspek pengujian mutu fisik benih dilakukan terhadap kemurnian benih dan kadar air benih, sedangkan aspek pengujian mutu fisiologi benih dilakukan terhadap daya kecambah dan kekuatan tumbuh (vigor) benih.
Kemampuan motorik/psikomotorik skills dalam pendidikan berbasis kompetensi merupakan salah satu aspek kompetensi yang harus dipenuhi sesuai standar/Performance Criteria. Pada level dua program pembelajaran di SMK, Psikomotorik Skill dan Knowledge Skill merupakan sasaran utama yang akan dibentuk dalam kegiatan belajar siswa diarahkan untuk membentuk psikomotorik skills sekaligus menekankan pada penguasaan pengetahuan. Adapun strategi yang harus ditempuh siswa adalah, berlatih melakukan sesuatu pekerjaan dengan kaidah yang benar sampai dicapai unjuk kerja dengan tingkat presisi yang tinggi dengan berlandaskan kepada pengetahuan yang telah dikuasainya. Pengembangan motorik skills sampai mencapai mastery dapat dilakukan pada kegiatan produksi secara berulang-ulang, sehingga bekerja sesuai kaidah harus menjadi budaya dalam hidupnya.
Kesehatan benih merupakan salah satu syarat benih bermutu. Benih yang telah disertifikasi oleh lembaga sertifikasi (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) akan mempunyai mutu yang baik. Benih dikatakan bermutu bila benih tersebut memiliki tiga persyaratan mutu, yaitu bermutu dari aspek:
• Fisik (ukuran, permukaan kulit, berisi, tidak cacat)
• Fisiologis (daya berkecambah)
• Genetik ((berasal dari induk yang unggul)
Dari ketiga persyaratan benih bermutu tersebut, kesehatan benih tergolong ke dalam aspek fisiologis karena hasil uji kesehatan dapat memberikan informasi penyebab rendahnya daya berkecambah benih.
Benih merupakan komponen penting dalam perdagangan dunia dan didistribusikan secara luas baik dalam skala nasional maupun regional untuk keperluan budidaya tanaman. Status lot benih yang sehat akan memberikan keuntungan bagi usaha tani. Produsen akan mudah memasarkan benih yang dimilikinya karena konsumen menerima produk benih yang dipasarkan tersebut.
Benih yang diuji kesehatannya memberikan informasi mengenai status lot benih yang akan dipasarkan sebagai komoditas profitable. Informasi yang dikumpulkan dalam kegiatan pengujian kesehatan benih adalah persentase benih terinfeksi terhadap benih yang diujikan. Informasi hasil pengujian kesehatan benih digunakan sebagai dasar perlakuan terhadap lot benih yang diuji, salah satunya adalah saran perawatan benih. Benih yang diketahui status kesehatannya akan memberikan jaminan bagi kualitas benih tersebut, dengan demikian pemahaman dan keterampilan dalam menguji kesehatan benih sangat penting untuk dikuasai oleh peserta diklat.
Salah satu kunci keberhasilan usaha perbenihan adalah status kesehatan lot benih. Kesalahan informasi mengenai status kesehatan lot benih sangat merugikan dalam hal perlakuan yang diberikan terhadap lot benih yang bersangkutan, oleh karena itu kompetensi Menguji Kesehatan Benih sangat penting untuk dipelajari. Hal-hal yang perlu dipelajari yaitu menentukan metode pengujian, melakukan pegujian benih, dan melakukan evaluasi hasil pengujian.
B. Tujuan
Tujuan dilakukannya praktik pengujian kesehatan benih ini antara lain :
a. Mahasiswa/i dapat mengetahui prosedur dalam melakukan kegiatan pengujian kesehatan benih.
b. Mahasiswa/i dapat menyiapkan alat dan bahan dalam pengujian kesehatan benih.
c. Mahasiswa/i dapat memiliki wawasan yang luas didalam pengetahuan pengujian kesehatan benih.
d. Mahasiswa/i dapat megetahui jenis pathogen yang terdapat pada benih.
A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Tempat dan waktu pelaksanaan dilakukannya praktik pengujian kesehatan benih antara lain :
- Tempat : Laboratorium Pengujian Mutu Benih Vedca Cianjur
- Tanggal : Dilakukan pada tanggal 25- 04-2009 dan 30-04-2009
- Waktu : Pada jam 08.00 – 11:00 Wib.
B. Alat dan Bahan
Alat dan Bahan yang dibutuhkan dalam uji kesehatan benih dengan metode kertas antara lain :
Alat dan Bahan :
- Cawan petri steril/bak pengecambahan
- Kertas yang digunakan bisa kertas blotter/kertas filter sebanyak 1-3 lembar
- Pinset
- Plastik wrapping
- Contoh benih yang akan diuji, yang telah direndam dengan larutan bayclin 1% selama 10 menit dan akuades selama 10 menit
- Aquades steril.
Alat dan Bahan yang dibutuhkan dalam uji kesehatan benih dengan metode Agar antara lain :
Alat dan Bahan :
- Cawan petri dengan beberapa ukuran diameter (ø 9 cm dan 12 cm)
- Laminar air flow (ruang transper/ruang penanaman)
- Ruang inkubasi
- Plastik wrapping
- Pinset steril
- Desinfektan (larutan Natrium (Sodium) hipochlorit (NaOCl2 1%) atau bayclin 1% (khusus untuk benih kacang-kacangan yang mengandung protein tinggi, yang rentan dirusak/ditumbuhi oleh jamur saprofitik), untuk benih wortel, padi, bunga matahari, kubis-kubisan tidak dilakukan desinfektan
- Alkohol 70 %, 96 %
- Larutan garam 2,4 Diclorophenoxy acetate (2,4 D) 0,2 % (diberikan 1-2 tetes/cawan untuk menghambat perkecambahan benih uji)
- asam laktat 10% sebanyak 1-2 tetes/cawan untuk mencegah pertumbuhan bakteri
- media PDA steril
- Jas lab dan masker
- Mikroskop
- Kaca obyek dan kaca penutup
- Jarum preparat
C. Prosedur/ Langkah Kerja
Pengujian kesehatan benih dengan metode kertas antara lain :
a. Ambil contoh kerja benih sebanyak 400 butir secara acak, campur merata, kemudian taruh dalam kain kasa, ikat agak kendor, selanjutnya rendam benih dalam larutan Bayclin atau NaOCl2 1 %, selama 10 menit kemudian angkat, direndam dengan akuades selama 10 menit dan tiriskan
b. Ambil 1-3 lembar kertas blotter/kertas filter dan celupkan dalam air/aquades steril (kelembaban ± 70 %), kemudian letakkan dalam cawan petri atau bak pengecambahan
c. Taburkan benih yang akan diuji di atas cawan petri, jumlah benih dalam tiap cawan petri dapat 10 atau 25butir! (tergantung dari ukuran benih dan diameter cawan petri yang digunakan). Untuk mencegah kontaminasi bagi benig lain, maka jarak antar benih minimal 2 cm. Untuk benih berukuran kecil seperti cabe, tomat, kacang hijau, kacang kedelai, kangkung, tidak boleh lebih dari 10 butir per cawan petri ø 9 cm (sehingga membutuhkan 40 cawan petri untuk 400 butir benih) dan untuk benih berukuran besar seperti kacang panjang, jagung tidak boleh lebih dari 25 butir per cawan petri ø 12 cm (sehingga membutuhkan 16 cawan petri untuk 400 butir benih)
d. Inkubasikan benih dalam cawan petri tersebut dengan suhu 20±2 oC selama 5-7 hari,
e. Setelah inkubasi selesai, amati jamur yang tumbuh di sekitar benih dan hitung persentase benih yang terinfeksi sesuai rumus
Pengujian kesehatan benih dengan metode agar :
a. Ambil contoh kerja benih sebanyak 400 butir secara acak, campur merata, kemudian taruh dalam kain kasa, ikat agak kendor, selanjutnya rendam benih dalam larutan Bayclin atau NaOCl2 1 %, kemudian angkat, cuci/direndam dengan akuades dan tiriskan
b. Masukkan media agar PDA dalam cawan ± 5-6 mL (sampai media menutupi dasar cawan secara merata), secara aseptik dalam laminar air flow, sebelum dingin beri 1-2 tetes asam laktat 10%, untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang lebih cepat daripada jamur), dan 1-2 tetes Larutan garam 2,4 Diclorophenoxy acetate (2,4 D) 0,2 % untuk menghambat perkecambahan benih uji.
c. Cawan digoyang-goyang supaya asam laktat merata, cawan dibiarkan terbuka, supaya uap panasnya keluar, setelah dingin cawan ditutup.
d. Taburkan benih yang telah ditiriskan tersebut secara aseptik pada media agar dalam cawan petri di laminar air flow (tiap cawan petri dapat diisi 10 atau 25 butir benih/tergantung dari ukuran benih dan diameter cawan petri yang digunakan). Untuk mencegah kontaminasi antar benih, maka jarak antar benih satu dengan benih lain minimal 2 cm. Untuk benih berukuran kecil seperti cabe, tomat, kacang hijau, kacang kedelai, kangkung, tidak boleh lebih dari 10 butir per cawan petri ø 9 cm (sehingga membutuhkan 40 cawan petri untuk 400 butir benih), dan untuk benih berukuran besar seperti kacang panjang, jagung tidak boleh lebih dari 25 butir per cawan petri ø 12 cm (sehingga membutuhkan 16 cawan petri untuk 400 butir benih)
e. Inkubasikan benih yang telah ditabur pada suhu 20-25oC
f. Setelah inkubasi selama 5-7 hari, kemudian amati jamur yang tumbuh di sekitar benih dan hitung persentase benih yang terinfeksi sesuai rumus.
III. Hasil Pengamatan
A. Hasil Pengamatan pengujian kesehatan benih dengan metode kertas antara lain :
Tabel 1. Pengamatan Metode Kertas
Ulangan ∑ Contoh kerja ∑ Benih terinfeksi % benih Rata”% benih terinfeksi Selisih Toleransi
1 100 19 19
30,5
31
18
2 100 27 27
3 100 50 50
4 100 26 26
Tabel 2. Pengamatan Metode Kertas sesuai dengan jenis jamurnya.
Ulangan ∑ Contoh kerja Rata”% Selisih Kisaran maksimum
A B C D E A B C D E A B C D E
I
II
III
IV 100
100
100
100 8 7 - 2 2
10 3 1 2 11
32 7 - 5 2
21 2 - 2 1 8 7 - 2 2
10 3 1 2 11
32 7 - 5 2
21 2 - 2 1 18 5 0 3 4 A=24
B=5
C=1
D=3
E=10 15
8
-
6
7
Ket :
A= Putih Tipis
B= Putih Tebal
C= Putih Meruncing
D= Hitam
E=Kuning Kehijauan
IV. Pembahasan dan Kesimpulan
Dari hasil yang didapat bahwa pada media kertas dari setiap ulangan memiliki jenis jamur / pathogen yang berbeda. Dari setiap jenis yang ada ada beberapa jenis pathogen antara lain pathogen yang berwarna putih tipis, putih tebal, kuning kehijauan, dan jenis yang lainnya.
Dan dapat kita prediksi bahwa pathogen ini adalah pathogen yang terbawa dari luar benih., yaitu pada saat benih diproses dilapangan.
Untuk media agar tidak dilakukan pencatatan hasil yang terjadi pada benih tersebut. Dan dapat dilihat bahwa dengan menggunakan metode kertas juga efektif dilakukan untuk mengetahui jenih dari pathogen yang ada.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengujian kesehatan benih
Berat contoh kirim yang diperlukan untuk uji kesehatan benih sama dengan berat contoh kirim untuk pengujian rutin (analisis kemurnian fisik benih), misal padi 700 gram, cabe 150 gram.
Sedangkan contoh kerja (benih yang diuji) minimal 400 butir yang terdiri atas 4 ulangan, diambil dari benih hasil analisis kemurnian fisik benih
Untuk mendapatkan contoh kerja dari contoh kirim dilakukan dengan metode sendok atau paruh tangan (khusus untuk uji kesehatan benih untuk menjaga segala kemungkinan kontaminasi silang antar contoh benih)
Contoh kirim harus dikemas dan dikirim dalam keadaan yang tidak memungkinkan terjadinya perubahan status kesehatan benih
Pengujian dilakukan pada hari saat contoh kirim benih diterima, apabila hal ini tidak dapat dihindari, maka contoh benih harus disimpan di tempat kedap udara, pada ruang dingin dengan kelembaban < 70%, agar tidak terjadi perubahan mutu benih
Pengujian kesehatan benih dilakukan pada contoh kirim benih tanpa perlakuan bahan kimia (kalau menggunakan bahan kimia harus dihilangkan dulu bahan kimianya, karena dapat menghambat pertumbuhan patogen target, sehingga hasil uji kesehatan benih menjadi tidak valid)
Agar benih yang terpilih sebagai contoh benih uji mewakili keseluruhan contoh benih, maka dilakukan pencampuran secara merata dan pengambilan contoh benih uji dengan seed counter.
Beberapa gambar dari pengujian kesehatan benih dengan menggunakan metode kertas.
cINta perlu dijaga,,,
Cinta Ma TUHAN Perlu di jaga gak????
Kita bukan hanya cinta ma orang tua kita saja,,,yang dekET ma Kita juGA...
tP yang paling penting itu,,,Cinta TUHAN Juga Penting SEkali....
bANyak mereka saat ini yang hanya cinta akan kekayaannya,,,tP tidak pernah melirik siapa sebenarnya yang memberikan kekayaan tersebUt....
Manusia tidak hanya cukup dibri kemewahan,,,mereka merasa kurang deengan apa yang telah diberikan kepadanya....
Cinta dan Kasih Sayang yang TUHAN Brikan kepada kita,,,itulah Kekayaan yang paling Abadi dan Kekal Buat kItA seumur Hidup.
Sepucuk Surat dari Yesus
Anak-Ku..... ..
Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapat-Ku atau bersyukur kepada-Ku atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.
Aku kembali menanti..... ..
Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-Ku, tetapi engkau terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepada-Ku, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru. Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepada-Ku. Sebelum makan siang Aku melihatmu
memandang kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-Ku, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepada-Ku dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau
tidak melakukannya.

Foto Q bareng mA cinta Q.....
Nie,,,caYANG q.....
He...cAKep YA????Hm....mAnIz???tP klo DiLIHAT - LIAt BiBIrnYA sEKsi yA.....
yAng Q sUKA darI CayANG q NIe,,,Ya WALAuPun ItEm MaNiZ,,sUKA nGAMbEK,,,,CemBURUAN,,,Q sukA Ma BiBIr SeKSInYA.....
hA....
cOba DikasIH gULA yA,,,,Tambah mAnIZZZ lagi PASTINYA.....
^_^
